Malu Saya sebagai Umat Islam Melihat Gelombang Penyebaran Fitnah ini Dibiarkan

Oleh : Ade Armando

Ini adalah saat di mana saya merasa malu menjadi bagian dari umat Islam di Indonesia.
Saya betul-betul tidak mengerti mengapa sebagian kelompok yang membawa bendera Islam atau umat Islam membiarkan gelombang fitnah terhadap Jokowi terus terjadi. 
Dalam Islam, fitnah adalah kejahatan yang dianggap lebih jahat dari pembunuhan. Karena itu kalau Anda tahu kawan-kawan Anda atau kelompok anda menyebarkan fitnah, bukankah menjadi kewajiban Anda untuk mencegahnya?
Nampaknya, sebagian umat Islam sedemikian terpakunya pada tujuan politik sesaat memenangkan  pemilihan sehingga membiarkan, menutup mata atau bahkan mendukung penyebaran fitnah dan kebohongan yang akan menghancurkan lawan.  Tujuan menghalalkan cara. Tidak ada lagi semangat sebagaimana yang diingatkan Allah: “Janganlah kebencianmu terhadap satu golongan, membuatmu bersikap tidak adil”.
Ini betul-betul rendah dan hina. Apalagi dibawa dengan bendera Islam.
Coba saja kita list rangkaian fitnah dan kebohongan yang selama ini diluncurkan terhadap Jokowi:

 Jokowi dikendalikan oleh kelompok-kelompok Kristen yang ingin menghancurkan aqidah Islam. Ini tak ada buktinya sama sekali. Tentu saja ada kelompok Kristen pendukung Jokowi sebagaimana ada kelompok Kristen pendukung Prabowo. Itu biasa-biasa saja. Lantas, dari mana ada anggapan bahwa akan ada penghancuran aqidah Islam?
Jokowi dikendalikan oleh kelompok pengusaha Cina yang akan menghancurkan Islam. Ini juga tidak ada buktinya. Tentu saja ada pengusaha Cina   pendukung Jokowi, sebagaimana juga ada pengusaha Jawa, Minang, Arab, Sunda, Makasar  pendukung Jokowi. Biasa-biasa saja. Lantas, dari mana ada anggapan bahwa akan ada penghancuran Islam?
Jokowi itu anti Islam. Ini karangan dari mana? Saat ini saja sejumlah tokoh Islam terkemuka seperti Quraish shihab, Buya Syafii Maarif, Hasyim Muzadi, Din Syamsudin dan tokoh-tokoh Islam yang bergabung dalam Partai Kebangkitan Bangsa sudah menyatakan dukungan pada Jokowi. Ini adalah nama-nama besar yang tak diragukan integritasnya. Kalau Jokowi anti Islam, mana mungkin mereka mendukung Jokowi?
Jokowi itu bukan Islam. Nama aslinya Hebertus. Ini juga datang dari mana? Jokowi jelas-jelas sholat, jelas-jelas naik haji, jelas-jelas Islam. Keluarganya, tetangganya sekampung, teman-teman sekolah, guru-gurunya sudah menyatakan dia Islam. Kalaulah ada yang sebetulnya datang dari  keluarga non_Islam – dan ini tak berarti negatif – ya Prabowo. Pesaing Jokowi ini justru pernah menyatakan tidak pernah menjalankan ritual keagamaan dan diragukan kemampuan mengaji dan sholatnya.
Jokowi adalah keturunan Tionghoa. Nama bapaknya Oey hong Liong. Nama asli Jokowi adalah Wie Jo Koh. Ibunya Jawa asli. Ini juga hasil mengarang bebas yang dengan segera terbantah ketika wartawan mendatangi kampung halaman Jokowi.

Ayah jokowi orang Singapura. Ini juga mudah terbantah.

Foto Jokowi naik haji adalah hasil manipulasi. Ini dengan gampang terbantahkan karena ternyata ada rekaman foto perjalanan haji dia dalam satu kelompok bersama Tantowi Yahya.

Jokowi menolak bekerjasama dengan partai-partai Islam. Ini dengan mudah terbantahkan karena buktinya Partai Kebangkitan Kebangsaan yang berbasis NU menjadi bagian dari koalisi pendukung Jokowi.  Tentang tidak bergabungnya partai-partai Islam dalam koalisi Jokowi, lebih karena ketidaksepakatan tentang transaksi-transaksi politik yang menyertai koalisi.

Jokowi tidak akan memperjuangkan aspirasi Islam. Ini dengan mudah terbantahkan dengan contoh-contoh sederhana. Jokowi secara jelas menyebut pendirian negara Palestina dalam agenda politik internasionalnya, sementara hal tersebut sama sekali tidak disinggung Prabowo. Jokowi bahkan menyebut perlunya 1 Muharram dijadikan Hari Santri.

Ayah dan ibu Jokowi berideologi komunis. Ini juga tanpa bukti sebesar butir pasir sekalipun.
 Konsep Revolusi Mental datang dari Karl Marx, bapak komunisme dunia. Ini sepenuhnya mengada-ada. Marx tidak pernah menggunakan konsep ini. Yang menyebut konsep Revolusi Mental ada banyak orang, termasuk Bung Karno dan Mahatma Gandhi.

Jokowi disetir Hendropriyono karena Hendro menyandera bukti-bukti yang  bisa mengungkapkan aib Jokowi, yaitu dokumen-dokumen tentang komunisme dan video mesum Jokowi. Ini sepenuhnya absurd.
Jokowi adalah agen komunis yang disetir PDIP yang memang bercita-cita mengembalikan kekuatan komunisme di Indonesia; buktinya PDIP menjalin hubungan dengan Partai Komunis Cina sejak tahun 2008. Ini menggelikan karena partai-partai besar seperti Golkar dan PKS pun membangun hubungan mesra dengan PKC yang memang adalah partai dominan di Cina, mengingat Cina sudah menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan politik terpenting di Asia.

 Jokowi komunis. Sebagai bukti tersebar foto yang menunjukkan Jokowi mengunjungi makam Boris Yeltsin, mantan pemimpin Rusia, pada 2006. Dengan segera kebohongan ini terendus karena   Yelstin baru meninggal pada 2007.

Jokowi bodoh. Buktinya ada sebuah penggalan wawancara video di Youtube yang menunjukkan ketika Jokowi diwawancara wartawan televisi Bloomberg, Jokowi hanya bisa menjawab: “I don’t think about that” terhadap pertanyaan-pertanyaan menyangkut gagasan Jokowi untuk memimpin Indonesia. Ternyata kemudian diketahui, ini adalah video rekayasa. Pada rekaman aslinya, Jokowi bicara panjang lebar soal pengalamannya memimpin Jakarta dan pandangannya tentang Indonesia. Wawancara itu berlangsung saat jokowi belum dinyatakan menjadi capres. Jawaban, ‘I don’t think about that’ ternyata adalah jawaban terhadap pertanyaan: “Apa pandangan anda dengan hasil-hasil survei terakhir yang menyatakan Anda  memiliki elektabilitas ternggi dalam pemilihan presiden?”

Jokowi tidak berprestasi selama memimpin Solo. Ternyata Jokowi terpilih sebagai salah satu dari tiga walikota terbaik di dunia berdasarkan penilaian lembaga internasional terkemuka, World Mayor Foundation.

Ekonomi Solo terpuruk di bawah Jokowi. Ternyata selama dipimpin jokowi, Pendapatan Asli Daerah Solo terus meningkat.

Jokowi tidak punya kemampuan memimpin. Ternyata majalah Fortune Internasional bersama CNN memilih Jokowi sebagai satu dari 50 Pemimpin Terhebat di Dunia.

Jokowi mengkhianati sumpah jabatan sebagai gubernur DKI karena sebelum lima tahun sudah meninggalkan posnya. Ini terbantahkan karena ternyata dalam sumpah jabatan Jokowi tidak pernah ada pernyataan lima tahun.  Tuduhan ini makin tidak relevan karena Hatta Rajasa juga meninggalkan posisinya sebagai Menteri  untuk menjadi Cawapres sebelum masa jabatannya berakhir, sementara ia juga sudah mengucapkan sumpah jabatan.

Jokowi mengirim surat permintaan penangguhan penyidikan kasus korupsi tender pengadaan bus Transjakarta  ke Kejaksaan agung.  Segera terbukti, surat itu hasil rekayasa.

Jokowi terlibat dalam kasus korupsi tender pengadaan bus Transjakarta. Bahkan Kejaksaan Agung sudah menyatakan mereka tak melihat ada tanda-tanda keterlibatan Jokowi.

 Beredar transkrip rekaman pembicaraan antara petinggi PDIP dengan Kejaksaan Agung yang meminta agar Jokowi tidak diseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Transjakarta.  Rekaman itu dikatakan milik KPK. Ternyata KPK langsung membantah bahwa mereka memiliki rekaman tersebut.

PDIP merupakan partai terkorup menurut Indonesian Corruption Watch. Ternyata ICW tidak pernah mengeluarkan data tersebut. Data yang beredar melalui media sosial itu ternyata hasil rekayasa.
Jokowi akan menghapuskan tunjangan guru kalau jadi presiden. Sudah dibantah. Lagipula buat apa Jokowi melakukan langkah sebodoh itu karena selama ini Jokowi justru dikenal sebagai pemimpin yang sangat mempedulikan nasib rakyat?

Sebelum debat Capres pertama, Jokowi memperoleh bocoran soal sehingga jawabannya lancar. Sudah terbukti tidak benar terutama setelah anggota KPU angkat bicara.

Jokowi agen Barat karena terbukti bertemu dengan sejumlah duta besar negara-negara Barat. Ini menjadi tidak relevan ketika diketahui ternyata yang ditemui Jokowi bukan saja duta besar negara-negara Barat, tetapi juga Asia dan Timur Tengah.

Jokowi tidak pernah menemani Jokowi bila Jokowi melakukan pertemuan dengan masyarakat karena sang istri adalah tipe ibuibu sosialita yang memilih melakukan shopping. Ini tentu saja tidak benar karena Iriana, istri Jokowi, sebenarnya memang tidak terlalu nyaman berada di tengah sorotan publik
Terungkap survei dari lembaga penelitian internasional bereputasi tinggi, Gallup, bahwa suara dukungan terhadap Prabowo jauh melampaui Jokowi. Ternyata berita itu merupakan hasil rekayasa pihak tertentu yang memanfaatkan laman di CNN.com yang disediakan bagi penulis luar. Berita tentang hasil kemenangan Prabowo itu sendirimerupakan pemalsuan berita sebelumnya tentang kemenangan Obama.
 Jokowi adalah Syiah. Tidak benar sama sekali.

Sangat mungkin masih ada fitnah dan kebohongan lain yang tidak tercatat di atas.

Namun kebohongan itu sedemikian besar skalanya sehingga hampir bisa dikatakan tidak mungkin ini dilakukan tidak secara terencana. Hanya saja, terlepas dari itu, yang saya herankan mengapa umat Islam yang seharusnya menolak penyebaran fitnah dan kabar bohong mendiamkannya saja dan bahkan turut menyebarkannya dengan penuh kesadaran.

Ini pula yang menyebabkan seorang tokoh sebesar Buya Syafii Maarif (mantan Ketua Umum Muhammdiyah) merasa harus turun dengan biaya sendiri ke sepuluh titik di Sumatra Barat untuk menepis kebohongan tentang Jokowi. “Darah saya mendidih melihat kebohongan yang dilancarkan pada Jokowi,” ujarnya.

Saya percaya, Buya syafii Maarif melakukannya karena keterpanggilannya ketika melihat kezaliman erlangsung secara terbuka di depan mata.

Masalahnya, ada banyak orang Islam atau partai-partai yang membawa bendera Islam yang tak berbuat apa-apa bila tidak justru menyuburkannya.

Ada banyak orang Islam yang ingin sekali mencapai kekuasaan dan karena itu memilih menutup mata dengan kejahatan yang terjadi di depan mata.

Mantan ketua NU, Hasyim Muzadi berkata: “Kemenangan yang diperoleh dengan fitnah tidak akan membawa berkah.”

Mudah-mudahan umat Islam mau mendengarnya.

Posted on July 8, 2014 and filed under artikel.