Golongan Minoritas dalam Politik Islam Modern: Hak dan Peranan

Oleh : Novriantoni

Dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama yang plural, Dr. Alwi Shihab menganjurkan untuk meneladani Rasulullah SAW yang sanggup mempersatukan warga negara Islam yang cukup beragam latar belakang ras, suku, agama dan golongannya saat itu. Dalam hal ini, beliau mempunyai beberapa gagasan penting yang antara lain: Pertama, kita harus mampu mensosialisasikan semangat ajaran serta keteladanan Nabi Muhammad SAW. Toleransi dan moderasi yang mereka ajarkan harus senantiasa menjadi acuan dan pedoman dalam pola interaksi kita dengan umat agama lain. Kedua, yang perlu digaris bawahi adalah, kita semua sebagai bangsa, diharapkan mampu untuk memahami kepekaan masing-masing menyangkut kecintaan serta ikatan batin masing-masing dengan para panutannya. Sebagaimana umat Islam, demikian pula agama lainnya, seyogyanya tidak terpengaruh oleh sejarah konflik yang pernah terjadi di dunia luar.

Gagasan Alwi Shihab diatas sebenarnya beranjak dari pemahaman terhadap fenomena kerukunan beragama di Indonesia yang banyak dinilai oleh para cendikiawan sebagai proyek percontohan dalam toleransi keagamaan, dan patut ditiru oleh dunia (is a model of religious tolerance that other contries could do well to emulate). Seperti prediksi Fazlurrahmâ n, bahwa Islam yang sejuk dan menarik dan yang menghidupkan kembali nilai-nilai toleransi dan moderasi Nabi Muhammad, menyingsing dari bumi Indonesia. Dr.Laurence Sullivance, kepala pusat pengkajian agama-agama dunia di universitas ternama dan tertua di Amerika, Harvard, secara terbuka juga menyatakan bahwa Indonesia secara kreatif telah mewujudkan pendekatan baru dalam menciptakan kehidupan keagamaan yang harmonis, yang tidak dijumpai di negara-negara Eropa dan Amerika. Selain itu Prof. Mahmû d Ayoub, profesor pada Universitas Temple Philadelphia menyatakan: “Pengalaman agama dalam masyarakat Indonesia di banding dengan masyarakat Islam lainnya, merupakan model yang paling dekat dengan nilai al-Qur’â n dan sunah Rasul.

 

Posted on May 14, 2014 and filed under Blog.