Dr. Alwi Shihab: Non-Muslim Sangat Giat Belajar Islam

Andre, adalah seorang mahasiswa dari Rusia yang selama masa remaja tidak banyak mengetahui tentang ajaran agama. Ibunya beragama Yahudi tetapi tidak menjalankan ibadahnya, sedang ayahnya seorang atheis/komunis. Dia kemudian belajar berbagai agama termasuk Kristen Ortodox sebagai agama leluhur pihak ayahnya, tak terkecuali juga Islam.

Suatu waktu ia datang kepada dosennya, Dr Alwi Shihab, dengan mencucurkan airmata mencurahkan kebingungannya untuk memilih agama pilihannya.

Usai mendengar keluh kesahnya Alwi bertanya padanya, “Di antara agama-agama yang telah Anda pelajari, agama mana yang paling mengesankan dan terasa cocok bagi pribadi Anda?”

Dia segera menjawab, “Tidak ada satupun yang lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya. Kesemuanya bagi saya sama saja. Namun, saya harus mengambil sebuah pilihan untuk pegangan hidup.”

 

Andre melanjutkan, “Saya kira Islam mungkin yang akan membawa saya ke pantai harapan.”

Alwi lalu bertanya, “Apakah Anda telah membaca buku-buku lain selain buku yang wajib di kelas?”
Andre menjawab, “Tidak.” “...tapi,” lanjutnya, “Saya mendapat kesan bahwa Anda sangat bahagia dalam kehidupan dan tidak menampakkan tanda-tanda kecemasan; senyum tidak pernah lepas dari wajah Anda dan keceriaan selalu meliputi keseharian Anda.”

Andre menyimpulkan, “Saya yakin kebahagiaan yang tampak ini tidak lain kecuali pengaruh agama yang Anda anut.”

Tentu saja Alwi senang mendengarnya, tetapi ia kemudian berkata pada Andre,
Andre, Anda jangan tergesa-gesa memutuskan memeluk Islam, hanya karena terkesan mengamati kehidupan saya. Benar kehidupan seseorang banyak dipengaruhi oleh ajaran agamanya, namun tidak sedikit pemeluk Islam yang tidak mencerminkan hal serupa. Andre, jelas saya senang kalau Anda memeluk Islam, namun sebelum Anda memutuskan itu bacalah buku-buku yang saya berikan ini. Kembalilah ke rumah Anda dan renungkanlah lagi apakah ajaran Islam dapat Anda terima sepenuh hati. Jangan terlalu cepat memutuskan sebelum secara matang Anda pertimbangkan.”

Mendengar nasehat ini Andre pun pulang. Apa yang terjadi setelah itu?

Inilah kisah yang diceritakan oleh Alwi Shihab, narasumber Belajar Islam minggu ini, Rabu, 20 Februari 2013, yang akan tayang pukul 20.00 di Channel 92, MNC Muslim.

Alwi Shihab yang kita kenal sebagai Menteri Luar Negeri pada era pemerintahan Gus Dur dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada pemerintahan awal SBY adalah seorang dosen yang sudah malang melintang mengajarkan Islam. Tapi bukan di Indonesia, di Amerika. Beliau adalah pengajar di Harvard Divinity School Cambridge, College for Science and Textile Philadephia, dan Hartford Seminary Connecticut. Di sanalah beliau tak pernah absen mendakwahkan Islam ke banyak orang.

Minggu ini beliau hadir untuk berbagi dengan pemirsa MNC Muslim tentang bagaimana Islam dipandang oleh berbagai kalangan selama beliau menjalin pergaulan di dunia internasional. Ada satu pesan yang ingin Alwi sampaikan, “Semangat non-Muslim belajar Islam sangat luar biasa. Mereka ingin tahu banyak tentang apa itu Islam, terutama usai peristiwa 9/11.”

Ternyata orang di luar Islam begitu semangat untuk mengenal Islam, sudah seharusnya sebagai orang Islam jauh lebih bergairah mempelajarinya, termasuk Andre yang sedang mencari agama sebagai pegangan hidup. Karena itu saksikan program Belajar Islam minggu ini yang dipandu host Fathuri SR dan Muhtadin AR. Dan bagi Anda yang penasaran dengan akhir kisah Andre, jawabannya ada di sini. Selamat menyaksikan...!

Tema: Islam di Mata Dunia
Narasumber: Dr. Alwi Shihab
Host: Fathuri SR & Muhtadi AR

Note: Belajar Islam adalah program talk show yang tayang setiap Senin sampai Minggu pada pukul 20.00 WIB melalui MNC Muslim (Indovision, channel 92) dan ditayang ulang (re-run) pada pukul 05.00, 09.00 dan 14.30 WIB. Program ini digawangi oleh lima organisasi, yaitu NU, Muhammadiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Yayasan Wakaf Paramadina, dan Alimat, hasil kerjasama dengan Indovision sejak 28 Februari 2011

Posted on July 31, 2013 and filed under Blog.