Judul : Akar Tasawuf di Indonesia (Antara Tasawuf Sunni dan Tasawuf Falsafi)

Penerbit : IMaN, 2009

“Suatu sumbangan penting bagi penelitian sejarah Islam awal & akar tasawuf di Indonesia.” 

—Haidar Bagir

 

Judul : Membedah Islam di Barat (Menepis Tudingan Meluruskan Kesalah pahaman)

Penerbit : Gramedia, 2004

Banyak Konflik meruncing dan dipicu oleh salah persepsi dan kurangnya komunikasi. hal yang sama juga terjadi dalam cara penghayatan keagamaan yang picik. padahal panggilan kesucian agama antara lain justru mengajak untuk mengatasi kepicikan itu, untuk menyelami Sang Khalik, yang terpapar dalam ciptaaNya. Karena itu saya Menyambut gembira buku pak Alwi Shihab ini. Inilah Contoh, bagaimana lewat dialog, kita menjadi dewasa, bahkan dalam perkara yang menyangkut kepercayaan terdalam kita, sehingga kita bisa berkoesistensi secara damai dengan saling memberi kontribusi positif.

— Jakob Utama

 

Judul : Islam Sufistik

Penerbit : Mizan, 2001

Penulis buku ini mengemukakan adanya pergumulan antara tasawuf Sunni dan tasawuf falsafi dalam bentuknya yang paling vulgar. Yang dikemukakan itu merupakan pandangan-pandangan reinkarnasi, yang di Indonesia disebut wahdah al-wujud–suatu pandangan yang mengikuti pandangan Ibn ‘Arabi. Ini tentu saja merupakan sebuah kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah ….”

— K.H. Abdurrahman Wahid

 
membendung_arus1.jpg

Judul : Membendung Arus
(Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia)

Penerbit : Mizan, 1998

Berbeda dengan buku-buku lain soal Muhammadiyah, buku berjudul asli The Muhammadiyah Movement and Its Controversy with Christian Mission in Indonesia ini menjadi istimewa, karena berhasil mengungkapkan peran Muhammadiyah dalam menghadapi arus Kristenisasi di Indonesia, yang mayoritas berpenduduk muslim.

 

Judul : Islam Inklusif (Menuju Sikap Terbuka dalam Bergama)

Penerbit : Mizan, 1997 

“Buku ini sangat otoritatif dalam pembahasannya mengenai dialog antar-agama, terutama Islam dan kristen, mengingat penulisnya mempunyai tradisi intelektual timur tengah dan barat sekaligus... karya ini lahir dari putra mahkota studi-studi Islam di Indonesia yang sudah lama kita tunggu-tunggu.”


— Nurcholish Madjid