Talk Show Indonesia Expo, Menembus Pasar Arab Saudi dan Timur Tengah

Ukpttoki.id  – Kerjasama Indonesia dan Arab Saudi semakin baik dan terusberkembang. Khususnya dalam bidang pariwisata dan ekspor impor dari Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya. Serta peningkatan nilai investasi dari Arab Saudi yang terus berkembang di Indonesia.

Talk Show bertajuk Indonesia Expo, Menembus Pasar Arab Saudi dan Timur Tengah membahas mengenai investasi yang dapat dilakukan dua negara.

Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi juga menyampaikan bahwa minyak, karet, beras menjadi hal utama dikirim Arab Saudi ke Indonesia. Selain investasi ekspor impor, sektor pariwisata mengalami peningkatan yang signifikan.

Sekitar lebih dari satu juta warga Indonesia berkunjung ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji, umroh, dan sebagainya. Jumlahnya diperkirakan akan terus meningkat.

Ia memperkirakan bahwa jumlah warga Arab Saudi yang mengunjungi Indonesia akan mencapai 200 ribu. Selain itu, Osama berharap akan ada promosi yang lebih baik lagi. Selama ini kebanyakan warga Arab Saudi hanya tahu Jakarta dan Puncak Bogor jika menyambangi Indonesia.

Alwi Shihab sangat berharap  dengan akan dibukan Indonesia Expo di Jeddah nanti pada 28 November s.d 1 Desember 2018 nanti akan digelar di International Convention Hall, diharapkan masyarakat Arab Saudi lebih banyak berkunjung ke Indonesia. Menurutnya sebanyak satu juta rakyat Indonesia dalam waktu satu tahun berkunjung ke Arab Saudi untuk umroh. Sebaliknya, sangat sedikit sekali orang saudi ke Indonesia.

“Orang Arab Saudi hanya mengenal Danau Toba dan Lombok. Jadi promosi harus gencar,”katanya.

Meski itu Duta Besar Arab Saudi Osama Bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mengungkapkan bahwa Indonesia itu negeri yang indah.

“Tadinya orang saudi berpikir bahwa Indonesia negeri yang tidak bagus untuk dikunjungi. Namun, saat berkunjung ke Indonesia mereka kaget, tidak pernah membayangkan bahwa Indonesia begitu indah.

Sebagaimana harapan dalam rencana Ekspo nanti, Alwi Shihab sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyebutkan perlu dukungan pemerintah Arab Saudi dalam mempromosikan pariwisata di Indonesia.

“Saya jadi teringat janji Raja Salman saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Bahwa akan menyuntik tambahan dana khusus untuk pariwisata,”katanya.

Alwi menargetkan dengan hasil Ekspo di Jeddah nanti pada 28 November s.d 1 Desember nanti dapat meraih 200 ribu wisatawan.

Posted on August 10, 2018 .

Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab menghadiri acara the 9th Sarajevo Business Forum

Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Dr Alwi Shihab menghadiri acara the 9th Sarajevo Business Forum (SBF)/Forum Bisnis Sarajevo (SBF) ke 9 sebagai konferensi investasi terkemuka yang diselenggarakan di Sarajevo pada 25 dan 26 April. Turut hadir pada acara tersebut adalah Dr. Sofyan Djalil  Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan ekonom dan Presiden Komisaris Bank Muamalat prof. Anwar Nasution.

Forum Bisnis Sarajevo ke 9, konferensi bisnis dan investasi terkemuka di Eropa Tenggara, telah mencatat jumlah terbesar sejauh ini di semua program dan segmen organisasinya

The 9th SBF host 1800 peserta dari 50 negara di seluruh dunia, 250 proyek disajikan dan 365 pertemuan B2B diadakan. Tahun ini, catatan jumlah jurnalis dilaporkan dari konferensi yang dihadiri oleh 371 perwakilan media terakreditasi, naik 15% dibandingkan tahun lalu.

Harapan dari acara in bahwa semua peserta memanfaatkan sebaik-baiknya peluang yang disajikan di Forum Bisnis Sarajevo tahun ini dan terus bekerja sama dalam mencari peluang untuk investasi.

Forum Bisnis Sarajevo diselenggarakan oleh BBI Bank bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB).

Posted on April 29, 2018 .

UKPTTOKI Dr. Alwi Sihab memberi sambutan pada peluncuran Program Pengembangan dalam kerangka kerjasama Pembangunan Ekspor Kopi.

Pada kesempatan pertemuana Asosiasi kopi seluruh indonesia di hotel JW marriot (jakart, 5/8/2016),  UKPTTOKI, Dr Alwi Shihab didampingi Asisten Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Teknis UKPTTOKI Moehammad Amar Ma’ruf menghadri promosi program peluncuran ekspor kopi, dalam acara tersebut, Dr Alwi Shihab menyampaikan sambutanya untuk menjembatani langkah peluncuran ekspor kopi.

Seperti yang kita ketahui, “Indonesia adalah Negara produsen kopi terbesar di dunia, ini merupakan kesempatan bagi pelaku bisnis kopi Indonesia dan peluang bagi stakeholder luar negeri untukmembangun jaringan kerjasama yang berbasis Business to Business (B2B)”.

‘‘tentu, dalam pengembangannya, ukm indonesia juga memerlukan dukunganinvestasi yang cukup untukmempercepat realisasi pengembangan produk unggulan indonesia yaitu kopi”, nantinya investasi tersebut akan diarahkan langsung untuk membantu pembiayaan perdagangan,serta investasi pembiayaan alat produksi, tegas Dr Alwi Shihab.

Oleh sebab itu, dukungan penuh harus kita dorong bersama untuk realisasinya, dengan kerjasama kemitraan seperti International Trade Finance Corporation (ITFC), maupun islamic development bank (IDB), yang dapat dipotimalkan untuk meningkatkan kapasitas produksi UKM Indonesia, sehinnga investasi yang masuk akan mebawa keuntungan bagi kita bersama.

Di tempat yang sama, UKP TTOKI, Alwi Shihab juga menyampaikan, “dengan adanya peluang ini, komitmen kerjasama ini harus kita jalankan semaksimal mungkin, mengingat bahwa keberadaan kantor perwakilan CGO IBD di Indonesia, serta upaya ini berdasarkan langkah pencapaian member country strategic partnership 2015-2019 ke 2”.

Seperti yang kita ketahui juga, ITFC merupakan badan entitas dalam Grup Bank Pembangunan Islam (IDB) yang didirikan sejak Januari 2008, hal ini merupakan langkah mewujudkan kemajuan perdagangan dan meningkatkan kondisi ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di dunia Islam. Kemudian, mengenai IDB Member Country Partnership Strategy (MCPS) 2015-2019 merupakan langkah pembangunan bersama dalam beberapa tujuan, antara lain mendukung pengembangan keuangan syariah di Indonesia, mendorong pengentasan kemiskinan dengan menggunakan dana zakat dan wakaf, mendukung langkah pengembangan Public Private Partnership (PPP), serta memajukan kegiatan pelaku usaha.

Posted on August 9, 2016 .