Alwi Shihab Tegaskan Kampanye Hitam Dengan Isu Agama, Harus Dilawan

Kluget.com, Ketua Tim Bravo 5 (tim bentukan pasangan Jokowi-JK untuk menangkal isu SARA) Alwi Shihab menyatakan, intoleransi yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu dan berbagai kampanye hitam berbau SARA yang berpotensi menciptakan perpecahan di kalangan umat sesungguhnya bukan dilakukan oleh orang Indonesia beragama Islam, tetapi mereka adalah orang Islam yang 'kost' di Indonesia.“Sudah menjadi agenda kelompok-kelompok Wahabi dan Salafi yang menginginkan Indonesia porak-poranda. Jangan sampai Indonesia dipimpin oleh orang-orang seperti itu. Lebih baik Indonesia dipimpin bukan orang muslim tapi adil, daripada dipimpin orang Islam tapi zalim,” kata Alwi di Ponpes Al-Islam, Jumat (6/6/2014).Shihab menegaskan Islam adalah agama yang menghargai agama lain, perangkap kekerasan atas nama agama apalagi Islam, sudah saatnya Indonesia yang merdeka lepas dari perangkap kekerasan atas nama agama."Nabi saja mengatakan, jaga itu orang Kristen yang ibadah, jangan sampai ada yang mengganggu, itu yang dilakukan NU di sini," tegas Shihab.Shihab juga menyesalkan adanya black campaign yang menyebutkan Jokowi bukan Islam. Fitnah tersebut muncul diduga karena ketidaksenangan kelompok Wahabi dan Salafi yang melihat Jokowi begitu NU. "Mereka itu kan benci karena Jokowi itu NU sekali, bagi mereka itu ancaman," kata Shihab.Shihab menyerukan kepada NU untuk memilih Jokowi dalam pemilu 9 Juli mendatang. "Tidak cukup dengan mendukung Jokowi , tapi harus juga menanamkan nilai-nilai NU sebagai Islam yang inklusif untuk menahan laju kelompok Wahabi dan Salafi," ujar Shihab.Menurut Shihab, kampanye hitam berbau agama yang menyerang Jokowi selama ini harus dilawan dengan memberikan pengertian dan fakta yang sebenarnya. Sasaran kampanye hitam berbau keagamaan pada Jokowi ini memang difokuskan di wilayah Jawa. Sebab menurut dia, modal gerakan kelompok Wahabi banyak terkonsentrasi di Jawa dalam berbagai bentuk. Seperti pemberian beasiswa pada santri, pembuatan media, atau embel-embel materi lainnya.“Perlawanan atas kampanye hitam yang mengusung sentimen agama itu dinilai penting karena bukan sekedar untuk memenangkan Jokowi dan JK sebagai presiden dan wakil presiden tetapi juga untuk menjaga keutuhan bangsa dari potensi perpecahan akibat isu agama yang diduga sedang digencarkan kelompok tertentu yang menyusup dalam kubu Prabowo," pungkas Shihab. (Laporan Muhamad Ikhsan)

Posted on July 26, 2014 .