Dialog Kebangsaan Bersama Dr. Alwi Shihab

Dalam rangka meningkatkan jiwa nasionalisme serta semangat memandang masa depan pada mahasiswa Indonesia di Mesir, pada 27/3 KBRI Kairo bekerjasama dengan PPMI adakan silaturrahmi sekaligus dialog interaktif bertemakan "Refleksi Pemikiran Kebangsaan dan Nasionalisme.” Acara tersebut langsung diisi oleh Dr. Alwi Shihab (mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) & Menteri Luar Negeri), Prof. Dr. Amani Lubis (Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Pusat), Prof. Dr. Nabilah Lubis dan dipandu oleh Dr. Fahmy Lukman (Atase Pendidikan KBRI Kairo) di rumah Limas, Cairo.

Dalam dialog yang dihadiri 270 mahasiswa tersebut, Pak Alwi menjelaskan makna nasionalisme bagi para mahasiswa. Selain itu, alumni Universitas Al-Azhar dan Univ. Ain Syams ini bercerita panjang perjuangannya selama menuntut ilmu di Mesir. Pak Alwi juga memberikan banyak nasehat kepada hadirin, terutama mahasiswa Al Azhar dalam hal pendidikan. Ia juga menganjurkan agar setiap mahasiswa memiliki cita-cita dan target yang jelas untuk akan diraih. Menurutnya, untuk mencapai target yang telah dibuat harus dikejar dengan penuh kedisiplinan. Ia juga menekankan kepada para mahasiswa agar memiliki keahlian dalam bahasa, minimal menguasai dua bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Hal itu ia sampaikan karena melihat urgensi bahasa untuk kemajuan mahasiswa dalam banyak hal.

Selain itu, Prof. Dr. Amani Lubis, juga turut memberikan banyak pelajaran berharga untuk para mahasiswa Indonesia di Mesir. Selain menganjurkan mahasiswa agar menguasai bahasa asing, ia juga menekankan agar setiap mahasiswa pandai memanfaatkan waktu untuk belajar, terutama mengurangi waktu tidur dan memperbanyak waktu belajar. Hal itu ia sampaikan demi masa depan mahasiswa yang lebih cerah untuk membangun Indonesia yang lebih baik. "Saya ingin meyakinkan lagi, generasi muda disini, saudara-saudara semua baik yang laki-laki atau yang perempuan, bahwa negara kita sangat membutuhkan kiprah kerja keras serta keikhlasan kita semua untuk mengabdi kembali ke Indonesia," tutur wanita yang pernah bercita-cita menjadi dokter ini. Selanjutnya, Bu Nabila menceritakan kisahnya semenjak ia duduk di bangku sekolah hingga kiprahnya sebelum menjadi warga negara Indonesia. Terlihat dari cintanya terhadap ilmu dan bangsa, wanita yang disebut Ummul Azhariyyin ini berhasil merintis bidang baru pernaskahan klasik Islam di nusantara atau Filologi di UIN Syarif Hidayatullah. Ia juga pernah menerjemahkan puisi karya Taufik Ismail yang berjudul "Debu diatas debu" kedalam bahasa Arab.

Prof. Dr. Amani Lubis juga tidak pesimis dalam melihat dinamika permasalahan yang ada di Indonesia. Ia yakin, selain pemuda, banyak faktor yang akan ikut memajukan bangsa Indonesia. "Dengan demikian, kita di masa yang akan datang, masa depan kita akan lebih baik, karena bukan kita sendiri yang niat untuk membangun, nanti kalangan ekonom juga demikian, mereka juga ingin mengembangkan Indonesia, kalangan pesantren dan agamawan di Indonesia juga ingin mengembangkan, lalu politikus juga ingin mengembangkan. Nah, dengan bersatunya kita semua, Indonesia akan maju,", lanjutnya bersemangat. (MHA)

Sumber: http://www.kemlu.go.id/cairo/Pages/Embassies.aspx?IDP=413&l=id

 

Posted on April 4, 2014 and filed under news.