Hubungan Iran-Indonesia: Ada Hambatan Psikologis

Jakarta, LiputanIslam.com—Alwi Shihab, Mantan Menlu Indonesia, menilai, selama ini hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran tersendat karena adanya hambatan psikologis. Pemerintah Indonesia sering merasa bahwa kerjasama dengan Iran akan membuat AS gusar.

“Pemerintah Indonesia perlu menekankan kepada Amerika bahwa kerjasama dengan Iran sama sekali tidak berarti bahwa Indonesia meninggalkan Amerika,” kata Alwi kepada LiputanIslam.com.

Menurut Alwi, akibat hambatan psikologis inilah banyak kerjasama bisnis antara Indonesia-Iran yang terhambat. Misalnya, proyek pabrik pupuk di Iran yang tadinya sudah disepakati akan dipegang oleh Pusri, akhirnya batal begitu saja, dan kemudian diambil alih China.

“Padahal, Iran sudah menawarkan kompensasi berupa minyak dengan harga yang sangat murah,” sesal Alwi.

Namun demikian, akhir-akhir ini hambatan psikologis itu sudah mulai mencair. Alwi optimis kerjasama kedua negara akan semakin meningkat dalam waktu dekat.

Dalam kunjungan dua hari Menlu Iran, Javad Zarif ke Indonesia, masalah kerjasama kedua negara juga menjadi fokus utama. Kemarin Menlu Zarif diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara. Dalam pertemuan itu dibahas upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara, khususnya ekonomi, perdagangan, investasi, dan energi. Selain itu, Menlu Zarif juga menyampaikan kepada SBY tentang kesamaan pandangan antara Indonesia dan Iran, antara lain terkait perlunya mempromosikan sikap toleran hubungan antarbangsa, antarumat Islam, langkah-langkah terkait masalah Palestina dan Suriah. (by/LiputanIslam/OkeZone)

Sumber : http://liputanislam.com/berita/hubungan-iran-indonesia-ada-hambatan-psikologis/

Posted on March 20, 2014 and filed under news.