Alwi Shihab's Overview "Economic" Foreign Policy (2)

Tak Ada Alasan Hambat Hubungan dengan Cina

Beijing, Kompas Kamis, 11 Mei 2000.

Tidak ada alasan bagi Indonesia maupun Cina untuk menghambat hubungan kedua negara dalam semua bidang, mengingat masing-masing negara telah memiliki komitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Di samping itu, kedua pemerintahan saat ini juga tengah menikmati hubungan yang paling solid sejak pemulihan kembali hubungan diplomatik sepuluh tahun lalu. Menteri Luar Negeri Alwi Shihab mengatakan hal itu kepada tujuh wartawan Indonesia di Beijing (Cina), Selasa (9/5) malam, usai resepsi peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia (RI)-Republik Rakyat Cina (RRC). 

Meski begitu, Shihab mengakui, masih banyak kendala psikologis dibandingkan masalah teknis-yang menghambat hubungan kedua negara. "Masih banyak pihak di Indonesia yang enggan untuk all out berhubungan dengan Cina," kata Alwi Shihab, seperti dilaporkan wartawan Kompas Fitrisia Martisasi dari Beijing. 

Menlu sangat mengharapkan agar hubungan antara Indonesia dengan Cina benar-benar cair. "Karena, tidak ada alasan untuk kita untuk tidak betul-betul cairkan hubungan kita dengan Cina. Apa hambatannya? Mereka tidak mencampuri urusan dalam negeri kita. Kita juga demikian," ujarnya. 

Apalagi katanya, hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan  Asia sangat baik. Dengan demikian pertanyaannya sekarang, mengapa dengan Cina tidak? "Padahal Cina punya potensi amat besar," tegasnya.

Setelah kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid ke Cina tahun lalu di mana Gus Dur memberikan komitmen besar terhadap peningkatan hubungan Indonesia-Cina-Menlu Alwi Shihab menilai, saat ini merupakan momentum paling tepat untuk melakukan hubungan kerja sama lebih baik antara Indonesia dan Cina. Shihab melihat, Cina membuka pintu lebar-lebar, meskipun Cina juga masih punya kendala psikologis setelah peristiwa bulan Mei 1998, katanya. 

Namun, Cina sekarang telah teryakinkan oleh komitmen Presiden Abdurrahman Wahid bahwa Indonesia tidak akan memperlakukan etnis apa  pun secara diskriminatif, "Selain oleh komitmen Abdurrahman Wahid,  juga oleh karakter Abdurrahman Wahid sendiri," ujar Shihab.

Pemulihan ekonomi 

Sekarang ini, menurut Alwi Shihab, agenda yang mendesak dalam hubungan Indonesia dan Cina adalah terbangunnya iklim yang sehat untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia. "Kalau kita berhasil menciptakan iklim ini, Cina tidak akan ragu-ragu untuk membantu apa saja yang kita butuhkan," katanya.

Dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden Cina, Hu Jintao, Alwi Shihab juga telah memperoleh jaminan, Cina akan membantu apa saja-termasuk alih teknologi-jika diperlukan. *

Posted on September 2, 2013 .