Alwi Sihab: Saya ke Surabaya 100 persen dukung Khofifah

Mantan Menko Kesra Alwi Shihab mendukung penuh pencalonan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2014-2019. Namun, Alwi menolak menjadi juru kampanye pasangan Khofifah-Herman (BerKah).

"Kalau warga NU diimbau untuk memilih warga NU untuk menjadi gubernur, saya kira sangat logis. Orang NU harus mendukung kadernya sendiri. Saya rasa warga NU paham soal itu, tidak perlu lagi diberi instruksi," kata Alwi.

Hal ini dikatakan Alwi Sihab saat menghadiri acara Diskusi Bulanan Aktivis NU dengan tema: "Menyongsong NU Satu Abad (Perspektif Kepemimpinan)" di Gedung PWNU Jawa Timur, Senin (12/8)

Sementara pandangan Alwi terhadap Khofifah yang pernah kandas pada pencalonannya di Pilgub Jawa Timur tahun 2008 silam, dia menegaskan, bahwa orang yang pernah kalah tetap berhak untuk kembali maju.

"Apakah orang yang pernah kalah tidak boleh untuk kembali maju. Presiden Ronald Reagan pernah kalah jadi gubernur dan menang menjadi presiden. Saya harap Ibu Khofifah nanti bisa menang," kata dia.

Alwi juga mengungkap kalau dirinya cukup mengenal sosok Khofifah. Ketua Umum PP Muslimat NU itu, menurut Alwi memiliki integritas cukup tinggi.

"Saya kenal Ibu Khofifah, dia sosok yang cukup pintar, cukup berpengalaman, pernah menjadi salah seorang pimpinan MPR, dan pernah menjadi menteri. Saya kira Gus Dur dulu, tidak salah pernah memilih beliau (Khofifah) sebagai salah seorang pimpinan MPR yang cukup muda waktu itu."

Dari pandangannya tentang sosok si Bunda Muslimat tersebut, Alwi berharap masyarakat, khususnya warga NU di Jawa Timur memiliki seorang gubernur yang setara dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ( Jokowi ).

"Saya kira warga NU di Jawa Timur ini juga bisa memiliki gubernur yang setara dengan Jokowi . Dan seharusnya, warga NU diimbau untuk memilih warga NU menjadi gubernur. Tapi ya kita serahkan ke masyarakat yang memilih, karena masyarakat di Jawa Timur ini bukan hanya warga NU, tapi ada dari golongan yang lain."

Alwi sendiri menepis instruksi PWNU Jawa Timur yang meminta warganya untuk bersikap netral. Sebab, menurutnya, instruksi itu sebagai bentuk imbau-an agar NU tidak terpecah memilih dua kadernya yang sama-sama maju. Satu kader maju sebagai calon gubernur dan satu lagi kembali maju sebagai calon wakil gubernur.

Dua kader NU yang kembali maju itu adalah, Khofifah Indar Parawansa yang maju sebagai calon gubernur dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul maju sebagai calon wakil gubernur.

"Imbauan NU untuk bersikap netral itu, ada yang tersirat ada juga yang tersurat. Ya itu institusinya, kalau ulama menginstruksikan itu, saya pikir sangat logis. Ini sudah sangat betul. Kalau instruksi itu dilakukan untuk masing-masing individu agar tidak mendukung salah satu kader yang maju. Tapi saya kira, warga NU akan bangga kalau warganya jadi gubernur ketimbang jadi wakil gubernur. Saya bicara sebagai orang NU, maka saya menginginkan ada gubernur dari NU," ungkap dia.

Selain itu, Alwi Sihab juga menegaskan, kalau dia 100 persen mendukung Khofifah-Herman di Pilgub Jawa Timur 2013. "Saya 100 persen mendukung, saya datang ke sini (Surabaya), khusus mendukung beliau (BerKah), tapi saya bukan untuk menjadi juru kampanye, saya mendukung sepenuhnya Khofifah," tandas dia.
(mdk/did)

Sumber: http://m.merdeka.com. Selasa, 13 Agustus 2013

Posted on August 30, 2013 and filed under news.