Teror Vihara Ekayana akan menodai kerukunan antar komunitas keagamaan.

suasana-di-vihara-ekayana-duri-kepa-jakarta-barat-senin-_130805214152-349-340x340.jpg

Kicauan dalam akun resmi Twitter Alwi Shihab ini menanggapi terjadinya peristiwa meledaknya 2 bom di Vihara  Ekayana. Sebagaimana kicauan Twitternya @ShihabAlwi : Aksi teror di Vihara Ekayana hanya akan menodai kerukunan antar komunitas keagamaan kita. Aksi ini sama sekali tdk dapt dibenarkan, terutama sebagai solidaritas terhadap umat Islam Rohingya. Akun Twitter ini dibuat untuk mempermudah komunikasi antar warga bangsa dalam merespons segala peristiwa yang terjadi di Indonesia maupun kegiatan pribadinya.

Kejadian terror ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak terulang kembali.  Bahwa  kita harus mampu mendorong dan mengembangkan sikap toleransi. Denagan tasawuf  kita bisa meredam radikalisme. Sebagaimana yang pernah disamapaikan oleh Dr. Alwi Shihab beberapa tahun yang lalu dalam  Jurnas.com | TASAWUF, sejatinya merupakan jalan bagi seseorang untuk menyucikan diri dari perbuatan negatif melalui upaya peningkatan moral. Seseorang yang mendalami ajaran tasawuf juga akan mempunyai sikap toleran sehingga menerima perbedaan.

Untuk itu menurut cendekiawan muslim Alwi Shihab ajaran tasawuf mampu meredam merebaknya gerakan radikalisme, fundamentalisme maupun eksklusifisme agama yang marak terjadi Indonesia dalam beberapa waktu terkahir. "Tasawuf justru mengajarkan toleransi,” ujar Alwi usai seminar nasional Melacak Jejak Tasawuf Filosofis di Indonesia di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Sabtu (6/8).

Alwi menjelaskan tidak sejalannya ajaran tasawuf dengan kekerasan terlihat dari masuknya Islam ke Indonesia dengan cara damai. Hal tersebut ungkap Alwi tak terlepas juga dari pahamnya para penyebar Islam di Tanah Air itu terhadap ajaran tasawuf.

”Karena tasawuf juga dilandasi cara bagaimana kita menyucikan diri dengan menghilangkan kecurigaan terhadap orang lai apalagi sehingga tidak merusak tatanan masyarakat,” katanya.

Posted on August 6, 2013 and filed under news.