Hadapi ISIS, Ideologi Pancasila Perlu Diperkuat

Aksi tolak keberadaan ISIS (ANTARA/Muhammad Adimaja)

JAKARTA (HN) -Fenomena munculnya gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebagai radikalisme baru di Tanah Air bisa dicegah dengan melakukan penguatan ideologi Pancasila. Sejumlah pandangan Islam garis keras pun dipastikan tak sesuai ideologi Pancasila.

"Salah satu yang tak sesuai itu, pandangan Wahabi. Meskipun berbeda pandangan, umat Islam di Indonesia tidak boleh memusuhi Wahabi. Namun, jangan juga paksakan pemahaman tersebut masuk ke Tanah Air," kata Alwi Shihab saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi "ISIS dan Dinamika Perkembangan Mutakhir Terorisme di Indonesia" di Auditorium 4 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (17/9).

Menurut mantan Menko Kesra dalam Kabinet SBY jilid satu itu, pemerintahan baru perlu memilih Menteri Agama yang bukan sekadar mencatat, melainkan menciptakan mindset, Wahabi lebih cocok di Arab Saudi dan tidak cocok di Indonesia. "Jangan menuding orang, jangan mengkafirkan orang," ujar mantan Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk wilayah Timur Tengah tersebut.

Alwi menilai, langkah-langkah pemerintah sudah tepat dalam melakukan penanggulangan aksi terorisme dan radikalisme di Indonesia. "Program BNPT sudah bagus, tinggal penguatan saja," kata mantan Menteri Luar Negeri era Gus Dur itu.

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robert coba memetakan pola terorisme lama dan terorisme model baru. Menurut dia, terorisme baru lebih sebagai bentuk ungkapan kekesalan pada pemerintah dan dimotivasi doktrin-doktrin agama. "Istilahnya religious terrorism seperti Al Qaeda," ujarnya.

Sementara itu, menurut Robertus, terorisme lama lebih sebagai kelompok sekuler yang tumbuh sebelum 1990. "Mereka mendapatkan momentum pada 1995 saat menjalankan aksi berupa teror gas sarin di kereta api bawah tanah di Tokyo yang berujung pada peristiwa 11 September 2001," katanya. (rpt)

Rizavan S Thoriqi

Sumber : Harian Nasional

Posted on September 18, 2014 and filed under news.