Kerjasama Iran-Indonesia Kenalkan Islam Moderat

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menekankan urgensitas kerjasama kedua negara Muslim Iran dan Indonesia untuk mengenalkan Islam sejati dan moderat.

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menekankan urgensitas kerjasama kedua negara Muslim Iran dan Indonesia untuk mengenalkan Islam sejati dan moderat.

Hassan Rouhani dalam pertemuannya dengan Alwi Shihab, utusan khusus presiden Indonesia seraya mengisyaratkan bahwa Iran dan Indonesia sangat aktif memerangi terorisme dan radikalisme menjelaskan, Tehran dan Jakarta di dunia yang dipenuhi kekacauan saat ini mampu mengenalkan Islam sejati dan moderat dalam melawan fenomena busuk terorisme dan kekerasan.

Sementara itu, Alwi Shihab dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, urgensitas mengenalkan Islam moderat dan yang bersih dari radikalisme kepada opini publik harus mendapat perhatian besar. Alwi Shihab juga memuji  presiden Iran atas kebijakan moderatnya dan karya tulisnya yang mengenalkan ajaran serta citra sejati Islam. Ia berharap buku ini secepatnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta disebarkan di negara ini demi membantu upaya pendekatan antar-mazhab Islam.

Indonesia sebagai negara keempat dengan populasi terbesar dunia dan negara Muslim terbesar memiliki tempat khusus dalam kebijakan luar negeri Iran. Tehran juga memiliki kerjasama dan hubungan bersahabat dengan seluruh negara dunia khususnya negara-negara Islam di berbagai sektor penting demi mensukseskan kebijakan seimbang guna memperluas hubungan politik dan interaksi ekonomi.

Masyarakat Muslim Asia Tenggara yang memeluk Islam sejak lama melalui para saudagar Muslim, senantiasa dikenal sebagai umat muslim yang moderat dan tenang. Namun dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meluasnya terorisme dan radikalisme, umat Muslim Asia Tenggara juga tak luput dari bahaya kelompok Takfiri dan radikal. Seperti yang diungkapkan Rouhani, Muslim Asia Tenggara seperti juga Iran harus membayar mahal dalam memerangi terorisme.

Kerjasama antara Iran dan Indonesia di berbagai lembaga dan organisasi internasional termasuk PBB, Gerakan Non Blok (GNB), OKI dan kelompok D8 senantiasa bersahabat dan dekat. Kedua negara juga memiliki kerjasama cukup rapat terkait berbagai isu internasional seperti isu nuklir Iran dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pengembangan hubungan bilateral ekonomi dan perdagangan juga menjadi agenda pembicaraan pertemuan utusan khusus presiden Indonesia dengan presiden Republik Islam Iran. Ada banyak kapasitas besar ekonomi, di sektor ekonomi dan perdagangan kedua negara yang mendorong pemerintah serta aktivis ekonomi Iran serta Indonesia meningkatkan kerjasama di antara mereka. Hal ini terbukti dengan upaya aktivis ekonomi kedua negara untuk menemukan solusi yang berguna guna memanfaatkan potensi yang ada meski adanya sanksi anti-Iran. Oleh karena itu, prospek hubungan kedua negara di sektor energi, listrik, industri minyak dan gas serta petrokimia sangat nyata.

Alwi Shihab dalam lawatannya ke Tehran juga membawa undangan bagi Hassan Rouhani untuk menghadiri acara peringatan pembentukan Konferensi Negara-negara Asia dan Afrika ke 60 yang bakal digelar di Jakarta. Konferensi yang juga dikenal dengan Konferensi Bandung ini adalah perhelatan besar yang digelar tahun 1955 dengan dihadiri oleh 20 negara di Bandung, Indonesia dengan tujuan memajukan kerjasama ekonomi dan budaya antara Asia dan Afrika serta penentangan terhadap imperialisme.

Konferensi Bandung merupakan usaha pertama untuk menggalang konvergensi antar berbagai negara yang nantinya dikenal dengan nama Gerakan Non Blok (GNB). Menurut Alwi Shihab, tujuan dari konferensi ini adalah menghidupkan semangat kerjasama, persahabatan dan memperkokoh tujuan negara anggota dalam memanfaatkan pengalaman guna menghadapi beragam kendala.

Menurut Hassan Rouhani, Iran dan Indonesia, sebagai dua negara Islam dan Asia serta anggota organisasi internasional seperti GNB dan OKI mampu memainkan peran signifikan dalam memajukan isu-isu regional dan internasional dengan memanfaatkan kesamaan di antara mereka. (IRIB Indonesia/MF/NA)

 

Posted on March 31, 2015 .