Raja Abdullah II: NU dan Muhammadiyah Banyak Berkontribusi Kembangkan Islam yang Damai

Amman, ARAB DAILY ** Organisasi Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan aset berharga yang telah banyak berkontribusi dalam mengembangkan pemahaman dan gerakan Islam yang damai dan manfaat.

Hal tersebut disampaikan Raja Yordania, Raja Abdullah II, ketika menerima Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia, Alwi Shihab, dengan penuh keramahan dan nuansa persahabatan di Istana Husseiniya, Amman, Yordania, Rabu (18/3/2015).

Dilansir KBRI Amman, pada pertemuan tersebut, Raja Yordania dan Utusan Khusus Presiden RI mendiskusikan berbagai isu penting di kawasan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu yang mengemuka adalah pentingnya pengembangan pemikiran dan pemahaman Islam yang moderat di kalangan umat Islam.

Kedua pihak memandang bahwa langkah tersebut dapat mendorong berkembangnya pemikiran dan gerakan umat Islam yang membawa pesan damai dan manfaat bagi seluruh umat manusia.

Alwi Shihab menyampaikan undangan Presiden RI Joko Widodo kepada Raja Yordania untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi dan Peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 dan ke-10 New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) di Jakarta dan Bandung, 22-24 April tahun ini.

Raja Abdullah II menyambut baik undangan Presiden RI dan mengungkapkan keinginannya untuk dapat menghadiri Pertemuan dan Peringatan KAA dan NAASP tersebut. Namun, konfirmasi kehadiran Raja Abdullah II akan disampaikan, setelah pihak Kerajaan dapat memastikan kesesuaiannya dengan agenda Raja yang telah disusun sebelumnya.

Sebelum bertemu Raja Yordania, Utusan Khusus Presiden RI telah bertemu dan menyampaikan undangan Presiden RI kepada Kepala Negara/Pemerintahan dari Arab Saudi, Qatar, dan Iran. Dari Yordania, Utusan Khusus Presiden RI melanjutkan misinya ke Mesir dan Persatuan Emirat Arab.

Kunjungan ke Indonesia

Tahun lalu, Raja Abdullah II berkunjung ke Indonesia, untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya Rabu (26/2/2014) di Istana Merdeka Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Ratu Rania Yordania sebagai salah satu anggota High Level Panel of Eminent Person on the Post-2015 Development Agenda terkait pembahasan dan perumusan agenda pembangunan global pasca-2015.

Salah satu agenda pembahasan peningkatan kerja sama ekonomi, investasi, dan perdagangan kedua negara adalah mengenai pembentukan mekanisme konsultasi bilateral guna meningkatkan dan memperdalam kerja sama bilateral Indonesia dan Yordania, serta penyiapan penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi (SKB) ke-4 yang akan diselenggarakan di Amman, Yordania.

Saat ini, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar di ASEAN dan sedangkan Yordania merupakan investor terbesar ke-15 di Indonesia.

RI-Yordania juga menyepakati pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan pertahanan. Selain itu, Raja Abdullah juga menegaskan komitmennya untuk memberikan prioritas dan fasilitasi terhadap sekitar 40 ribu pekerja asal Indonesia yang berada di Yordania.

Selain mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden SBY, Raja Abdullah II juga menghadiri pertemuan dan seminar internasional ‘Multaqa Sufi Internasional’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pada Rabu (26/2/2014) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) untuk menyampaikan pidato tentang dialog antar-iman dan perdamaian dengan menyoroti peran Islam dalam mencapai kebangkitan dunia muslim.

Posted on April 9, 2015 .