Buka Munas Alim Ulama, Presiden Minta NU Bantu Lawan Mafia-mafia

AnsorNews.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo hari ini Ahad (14/6/2015) menghadiri Istighotsah dan Pembukaan Munas Alim Ulama yang dihelat Pengurus Besar Nahldatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam amanatnya, Presiden Joko Widodo meminta warga dan alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengambil peran dalam menghadapi tantangan bangsa, yang begitu banyak dan beragam.

“Saya harap NU bisa menjawab tantangan bangsa ke depan. Tantangan kita banyak sekali yang kalau saya sebutkan tidak selesai dalam sehari. Tantangan itu antara lain adalah para mafia. Saya harap NU bisa membantu melawan mereka ini,” tutur Jokowi di Masjid Istiqlal, Jl Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2015).

Hadir pula dalam acara hari ini Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Menag Lukman Hakim Saefudin, Wagub DKI Djarot Saeful Hidayat, Menpan RB Yuddy Chrisnandy, Menkominfo Rudiantara, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur BI Agus Martowardojo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, Shinta Nuriyah dan Alwi Shihab.

Jokowi kemudian menyebutkan satu per satu mafia yang dimaksud di hadapan 40.000 santri yang hadir. “Tantangan kita banyak sekali, kita berhadapan dengan mafia narkoba, illegal fishing, pencuri ikan ada 7.000 kapal setiap hari, mafia migas, mafia pangan, itu tantangan besar kita yang kita hadapi,” kata Jokowi, yang pada kesempatan itu mengenakan baju koko lengan panjang warna putih dan peci hitam.

Presiden sangat menaruh harapan besar terhadap NU untuk bisa ikut membangun masyarakat Indonesia yang damai dan penuh dengan kerukunan.

Dengan semangat itu, kata Jokowi, bangsa Indonesia bisa bergotong royong dan bertoleransi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan adil makmur merata.

Dalam setiap kesempatan, terutama forum-forum internasional, Presiden selalu menegaskan bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia.

Jokowi mengaku bangga karena selain Indonesia merupakan negara muslim terbesar sekaligus penganut Islam nusantara yang penuh dengan sopan santun dan toleransi. “Islam kita adalah Islam yang penuh dengan sopan santun tata krama, penuh toleransi,” katanya.

Jokowi juga sering menerima pertanyaan dari banyak pemimpin negara lain tentang bagaimana Indonesia selalu rukun dan penuh toleransi, padahal penduduknya heterogen dengan 250 juta orang tersebar di lebih dari 17.000 pulau.

“Itu adalah kekuatan kita,” ujarnya.

Posted on June 22, 2015 .