Lahir di Rappang, Sulawesi Selatan

19 Agustus 1946 Alwi Shihab lahir dari pasangan Abdurrahman Shihab dan Asma Aburisyi. Merupakan anak ketujuh dari 13 bersaudara. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Ia dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik. Kontribusinya dalam bidang pendidikan terbukti dari usahanya membina Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan IAIN Alauddin Ujungpandang (UIN Makassar)

 

Belajar di Universitas Al-Azhar

.Selepas nyatri di Malang, Alwi melanjutkan studi ke Mesir. Alwi Shihab mengambil jurusan akidah filsafat di salah satu universitas tertua di dunia itu

 

Menuju Amerika

Gelar doktoral dari Ain-shams yang diterima Alwi terasa berat disandang. Ia anggap pengetahuan yang dimiliki belum cukup. Ia pun pergi ke Amerika bersama keluarga untuk melakukan riset. Pada Februari 1991 Alwi Shihab sekeluarga tiba di Carbondale, Illinois. 

kuliah.jpg
 

Mengajar Islam di Harvard

Belum selesai kontrak mengajar di Hartford Seminary, Alwi Shihab diminta mengajar di Harvard Divinity School. Alwi juga ditujuk sebagai Advisory Board (dewan penasihat) di Harvard Center for the Study of World Religion.

 

Dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri

Pada masa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, Alwi Shihab dipercaya sebagai menteri. Alwi yang menimba ilmu di Timur (Mesir) dan Barat (Amerika) dianggap mampu menjadi jembatan yang kokoh. Alwi menjadi menteri luar negeri hingga tahun 2001. Menteri luar negeri sebelum Alwi adalah Ali Alatas dan menteri sesudahnya adalah Hassan Wirajuda.

 

Menerima amanah sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat


Ketika Presiden SBY membentuk kabinet Indonesia Bersatu, ia memberikan amanah Menkokesra kepada Alwi Shihab. Alwi menjadi Menkokesra sampai tahun 2005. Selanjutnya ia digantikan oleh Abu Rizal Bakrie. 

 

Nyantri di Malang

Ketika berumur 10 tahun, Alwi Shihab dilepas oleh ayahnya di Pondok Pesantren Darul Nashihin, Lawang, Malang Jawa Timur. Di sinilah Alwi kecil ditempa dan belajar dasar-dasar pengetahuan agama.  

 

Melanjutkan program doktoral di Ain-shams

Setelah lama berkecimpung dan sukses di dunia usaha, Alwi Shihab kembali ke ranah akademik. Alwi teringat pesan ayahnya untuk tidak kembali ke Indonesia sebelum menyelesaikan program doktoral. Tahun 1990 Alwi memperoleh gelar doktor pertamanya setelah mempertahankan disertasi berjudul Islamic Sufism and Its Impact on Indonesian Contemporary Sufism.

 

Menyelesaikan program S3 di Temple University

Alwi Shihab menyelesaikan S3 dengan disertasi berjudul The Muhammadiyah Movement and Its Controversy with Christian Mission in Indonesia. Pada tahun yang sama, Alwi mengikuti Post Doctorate di Harvard selama setahun. Sebelum menyelesaikan program tersebut, Alwi diminta untuk mengajar di Hartford Seminary.

 

Ikut Mendirikan PKB


Ketika masih mengajar di Amerika, Gus Dur mengajak Alwi Shihab untuk membentuk sebuah partai. Semula Alwi menolak, karena ingin fokus di dunia akademik. Namun ajakan Gus Dur mampu meyakinkan Alwi. Kelakar Gus Dur: kalau Anda tidak ikut bergabung di PKB, khawatir tidak ada yang bisa bahasa Inggris di partai ini.

Alwi sihab DPP.jpg
 

Menjadi Ketua Umum PKB

Alwi Shihab dipercaya sebagai ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masa bakti 2002-2005. Alwi menggantikan Matori Abdul Jalil sebagai ketua umum PKB. Alwi menduduki kursi PKB hingga tahun 2005. Pada pemilu tahun 2004 PKB berada di posisi ketiga dengan raihan 12.002.885 suara (10,61 persen) dan mendapat 52 kursi DPR RI.

 

 

Utusan Khusus Timur Tengah 


Dari tahun 2006 hingga 2011 Alwi Shihab duduk di Utusan Khusus Timur Tengah.  "Selama enam tahun Pak Alwi menjadi bagian dalam mengembangkan, memperkuat, dan memperdalam kerja sama kita dengan negara-negara di Timur Tengah, bukan hanya negara tetapi juga dunia usaha dan cendekiawan di negara-negara itu," kata Presiden SBY mengapresiasi kinerja Alwi Shihab.